Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi
Kamis, Desember 25, 2008
Telepon Seluler:
Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi
(Studi Tentang Penggunaan HP di Berbagai Negara)
Garis Besar
• Pendahuluan
• Teknologi dan Budaya
• Studi-Studi Penggunaan Telepon Genggam
• Kesimpulan
Pendahuluan
• Teknologi Informasi dan Komunikasi ada di mana-mana dan menjadi lebih prominen
• Komunikasi Bergerak (Mobile) telah menjadi mainstream dan omnipresent
• Telepon genggam/seluler (HP) merupakan teknologi yang lebih cepat diadopsi oleh begitu banyak orang (Katz, 2006)
• HP menjangkau dimana media tidak dapat mencapainya (GSM World, 2006).
• Pada tahun 2006 terdapat sekitar 2,4 milyar HP terjual di dunia, lebih banyak dibandingkan penjualan komputer (GSM World, 2006).
• Ada lebih dari 350 milyar short message service (SMS) yang melintasi jaringan bergerak setiap bulannya (GSM World, 2006).
• Sebuah studi yang dirilis oleh GSM World (2007) memperlihatkan kenaikan 10% dari penetrasi teknologi bergerak yang meningkatkan 1,2% pertumbuhan ekonomi
• Akhir 2007, jumlah pengguna HP di dunia mencapai 3.2 Milyar (Castell, 2008)
• Pasar Telekomunikasi Indonesia
Penetrasi Nirkabel Tahun 2007
Teknologi dan Budaya
Teknologi dan Budaya: Konteks HP
• Technology is extension of man dan the medium is the message (McLuhan, 1964).
• Dasar untuk mengatakan bahwa teknologi mendorong perubahan sosial yang sering disebut oleh technological determinism (LaRose & Straubhaar, 2006, 2008)
Sumber: Marshal McLuhan, Understanding Media, (1964); Robert LaRose & J. Straubhaar, Media Now, (2006, 2008)
Peradaban menentukan teknologi, bukan tidak terbendung (cultural determinism )
ASPEK BUDAYA
tujuan, nilai dan kode etik, kepercayaan, kesadaran dan kreativitas
ASPEK ORGANISASI
Kegiatan ekonomic dan industri,
aktivitas profesional , pengguna dan konsumen, asosiasi perdagangan
ASPEK TEKNIS
Pengetahuan, ketrampilan dan teknik, alat-alat mesin, bahan kimia, sumber daya, produk dan limbah
Sumber: Pacey, Culture of Technology, (2000)
LEVEL :
• Level Pertama, “Definisi Umum”
• Level Kedua, “Kontekstual” atau “Definisi berbasis Pengguna”
• Level Ketiga, “Kommunikatif” atau Definisi “Struktural”
DEFINISI TEKNOLOGI :
• Teknologi sebagai objek fisik, alat, & artefak
• Teknologi sebagai isi atau “piranti lunak”, yang didefinisikan oleh cara penggunaannya
• Teknologi sebagai sistem budaya dan makna sosial
DEFINISI BUDAYA :
• Budaya sebagai “seni” dan “keunggulan estetis”
• Budaya sebagai “cara hidup” atau pengalaman yang hidup dalam orang-orang, komunitas atau kelompok
• Budaya sebagai dasar “sistem struktur”
Studi-Studi Penggunaan HP
• Ranghild Overa (2008) menggambarkan konteks negara Ghana dan memperlihatkan akses HP mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan ekonomi bagi pedagang hasil bumi:
– HP menjadi alat komunikasi antara pedagang kota dan desa karena sering berpindah-pindah dan tidak punya kantor
– Pedagang bertukar informasi dan memilih berkomunikasi verbal daripada penggunaan SMS.
• Pui-lam “Patrick” Law dan Yinni Peng (2008) meneliti pekerja migran Cina bagian Selatan berkaitan dengan formasi jaringan kerja yang terbuka dan luas
– HP menjadi alat untuk berkomunikasi dengan keluarga di daerah rural
– HP memperluas jaringan untuk mendapatkan pasar kerja
Sumber: Pui-lam Law & Yinni Peng, Mobile Networks: Migrant Workers in Southern China, (2008)
• Judith Mariscal dan Carla Marisa Bonina (2008) mensurvei penggunaan HP di Mexico
– 49% perempuan muda ditemukan tergantung dengan HP dengan sering menelepon keluarga yang berada di rumahnya.
– Generasi muda sulit membedakan antara komunikasi face-to-face dengan komunikasi dengan menggunakan HP.
Sumber: Judith Mariscal & Carla Maris Bonina, Mobile Communication in Mexico: Policy and Popular Dimensions, (2008)
• Patricia Mechael (2008) meneliti tentang penggunaan HP dalam pelayanan kesehatan di Mesir
– Pemanfaatan HP lebih bermanfaat bagi pekerja kesehatan di daerah pinggiran kota dan rural untuk mengatasi rasa terisolasi
– Pekerja kesehatan menggunakan HP untuk memanggil dan berkoordinasi pejabat yang bertanggung jawab fasilitas kesehatan dan pelayanan gawat darurat
Sumber: Patricia Mechael, Health Services and Mobiles: A Case from Egypt, (2008)
• Lourdes M. Portus (2008) mengeksplorasi pemanfaatan HP bagi komunitas miskin kota Filipina
– HP dibeli secara kredit (empat kali bayar) dengan bunga 20% dan pengisian pulsa dengan prepaid
– HP dibeli untuk memperlihatkan status
– HP berguna untuk tetap berhubungan dengan keluarga di rumah mengantisipasi kriminalitas
– HP dimanfaatkan untuk memperluas pengawasan terhadap anak.
Sumber: Lourdes M. Portus, How the Urban Poor Acquire and Give Meaning to the Mobile Phone, (2008)
• Christian Licoppe (2008) meneliti tentang nada panggil HP (ringtone) di Amerika Serikat
– Ringtone digunakan untuk membedakan atau mengenali penelepon
– Ringtone dianggap mewakili “musik dalam pikiran” dan ekspresi diri
– Ringtone dimanfaatkan untuk memberikan kesenangan bagi penelepon jika tidak diangkat
Sumber: Christian Licoppe, The Mobile Phone’s Ring, (2008)
• Scott Campbell (2007) mensurvei tentang penggunaan HP dalam konteks Apparatgeist dan Fashion di Hawaii
– Apparatgeist = ‘spirit of machine’, kebiasaan manusia dalam mengadopsi HP (Katz & Aakhus, 2002)
– HP menjadi alat berkomunikasi untuk membangun relasi, keamanan, kenyamanan, dan ekspresi diri
– HP menjadi simbol gaya hidup, fashion dalam teknologi, representasi anggota kelompok.
Sumber: Scott Campbell, Mobile Technology and The Body: Apparatgeist, Fashion, and Function, (2008)
• Naomi S. Baron (2008) meneliti tentang volume suara dan multitasking dalam HP
– Perempuan merasa lebih terganggu ketika mendengarkan ringtone dan suara orang bertelepon dengan menggunakan HP karena lokasi yang tidak pas (spt. rumah ibadah, toilet)
– Laki-laki merasa terganggu ketika ada orang lain yang mendengarkan (‘nguping’) pembicaraannya di HP
– 73,9% mahasiwa melakukan multitasking baik antara komputer, HP, dan komunikasi face-to-face
Sumber: Naomi S. Baron, Adjusting the Volume: Technology and Multitasking in Disourse Control, (2008)
• Richard S. Ling (2008) meneliti dengan kohesi dan ritual sosial dalam penggunaan HP
– SMS menjadi alat untuk mempererat interaksi antara pasangan yang sedang berpacaran di Jepang (Ito, 2005)
– HP menjadi alat untuk mengucapkan selamat (mis. HUT) tanpa dibatasi ruang dan waktu
– Penggunaan kata “hug” sebagai penutup dalam SMS spt: “Have a good night, hug”, “Do you want to spend the night? Hug”.
Sumber: Richard S. Ling, The Mediation of Ritual Interaction via the Mobile Telephone, (2008);
M. Ito, Mobile phones, Japanese youth and the re-placement f social contact, (2005)
• Kakuko Miyata, Jeffrey Boase, dan Barry Wellman (2002, 2004, 2005) meneliti tentang pengaruh sosial ‘Keitai’ (Internet berbasis HP).
– Penggunaan keitai lebih banyak untuk email dibandingkan dengan PC.
– Keitai menjadi alat utama komunikasi yang berguna untuk menjaga hubungan antara sesama pengguna spt kedekatan emosional dan bantuan finansial.
Sumber: Kakuko Miyata, Jeffrey Boase, & Barry Wellman, The Social Effect of Keitai and Personal Computer Email in Japan, (2008)
• Ilpo Koskinen (2008) meneliti tentang Multimedia Service (MMS):
– MMS digunakan untuk “moblog”, mobile blogs, citizen journalism, dan media massa bergerak.
– MMS memberikan elemen sosial, sensual, dan emosi.
– MMS mengarahkan masyarakat pada kelompok yang nomaden.
• On-Kwok Lai (2008)meneliti penggunaan HP di Jepang untuk perlindungan anak-anak salah satunya dengan RFID:
– Lebih dari 81% responden sangat menyukainya untuk mendapatkan informasi keberangkatan dan kedatangan anak-anaknya (MIC 2005, 2006)
– NTT DoCoMo membuat pasar “kids mobile” untuk keamanan dengan alarm 100 dB dan panggilan darurat (MIC, 2006)
– Orang tua berlangganan “ima-doco” (Where are you now?) (Japan Times, 2005).
Sumber: On-Kwok Lai, Locating the Missing Links of Mobile Communication in Japan: Sociocultural Influences on Usage by Children and the Elderly, (2008). MIC, White Paper, (2005, 2006); Japan Times, DoCoMo handset for kids boasts crime alarm (2005)
• Peter B. White dan Naomi Rosh White (2008) meneliti penggunaan HP di kalangan turis di Selandia Baru
– HP digunakan untuk mendapatkan dukungan emosi dari rumah dan kekangenan terhadap keluarga
– SMS lebih banyak dipergunakan untuk menjaga kontak sedangkan Voice digunakan untuk keadaan darurat
– HP menjadi representasi kehadiran dengan keluarga, teman, dan rekan bisnis selama liburan.
Sumber: Peter B. White & Naomi Rosh White, Maintaining Co-presence: Tourists and Mobile Communication in New Zealand, (2008)
• Jonathan Donner, Nimmi Ragaswamy, Molly Wright Steenson, and Carolyn Wei (2008) meneliti penggunaan HP di keluarga kalangan menengah di India
– Karena masalah finansial, HP dipinjamkan, di sewa dan pembayaran tagihannya dikumpulkan secara kolektif dalam anggota keluarga
– Pada keluarga yang ingin selalu dekat dengan anggota keluarga lainnya, HP digunakan untuk berkomunikasi tanpa harus bertemu secara fisik
– Bagi pasangan pacaran yang berbeda kasta, HP menjadi alat untuk membangun relasi romantis tanpa harus takut diketahui dan ditentang oleh keluarga masing-masing
Sumber: Jonathan Donner, Nimmi Ragaswamy, Molly Wright Steenson, & Carolyn Wei, “Express Yourself” and “Stay Together”: The Middle-Class Indian Family, (2008)
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab
– 90% remaja Arab menggunakan SMS, “Arab Generation Txt” (Arab Advisory Group, 2005)
– Bluetooth menjadi alat untuk bertukar nomor HP antara laki dan perempuan tanpa harus dihalangi atau dibatasi oleh Mutawaeen (Aboud, 2005)
– Adanya pelarangan penggunaan kamera HP di shopping mall (Kawach, 2003) dan pemisahan shopping mall (Daoussary, 2006)
– Adanya UU yang melarang penggunaan teknologi Bluetooth di Bahrain (Daoussary, 2006)
Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); Arab Advisors Groups, Only 56% of Arab cellular operators provide the MMS service, while Marocco and Lebanon have the highest SMS rates in the Arab, (2005); G. Aboud, Teenagers sinking their teeth into new technology, (2005); S. Doussary, The first law in the Gulf countries against the misuse of the Bluetooth wireless technology, (2006); N. Kawach, Camera mobile phone may be new security irritant, (2
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab:
– 96% responden pada American University di Kairo dan Universitas Kairo percaya bahwa diperlukan aturan baru untuk meregulasi HP di ruang publik
– Pemerintah Saudi Arabia melarang penggunaan HP untuk memilih “Star Academy” (Saudi Arabia Idol) (Hammond, 2005)
– HP digunakan untuk mendapatkan pasangan dalam kawin kontrak (Misyar) (Al-Arabiya.net, 2005)
– SMS banyak digunakan untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri (Howeidy, 2006)
Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); A. Hammond, Saudi telecom stops text vote for Arab talent show, (2005), Al-Arabiya.net, The mobile phone and the Misyar, (2005); A. Howeidy, Lessons learned, (2006)
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab:
– Walaupun ada fatwa tentang pelarangan penggunaan HP berkamera (Mishkas, 2004, Geledi, 2005), Fatwa-fatwa juga didistribusikan melalui SMS spt:
“Penggunaan SMS antara anak laki-laki dan perempuan diharamkan oleh Syariah Islam, dan yang mengarah kepada tindakan tersebut dilarang….” (International Islamic News Agency, 2004).
Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); A. Mishkas, Saudi Arabia to overturn ban on camera phones, (2004), S. Geledi, Camera phones still banned at schools, (2005); IINA
• Shahiraa Sahul Hameed (2008) meneliti efek penggunaan HP di Singapura
– HP menyebabkan pengurangan sentralisasi pengawasan di sekolah sejak murid memiliki alat untuk mengakses dan memberikan akses di luar sekolah
– Muslim Religious Council of Singapore (MUIS) dan Registar of Muslim Marriage (ROMM) menerima penggunaan SMS untuk talak, namun akan memberikan denda SGD 500 (3 juta rupiah) atau 6 bulan hukuman penjara di bawah UU Syariah Islam jika tidak melapor ke Pengadilan Syariah dalam waktu 6 hari setelah pengiriman SMS.
– Pemerintah Singapura meminta penggunaan kartu prabayar untuk melakukan registrasi dan membatasi seseorang untuk tidak memiliki lebih dari 10 SIM Card.
Sumber: Shahiraa Sahul Hameed, The effect of Mobile Telephony on Singaporean Society, (2008)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Ghana, HP menjadi alat untuk melaporkan kebohongan di tempat pemungutan suara ke stasiun radio lokal
– Di Kenya, SMS menjadi alat kampanye, berita polling, dukungan politik (Kagai, 2002; Kalondo, 2005)
– Di Hungaria, SMS menjadi alat propaganda politik selama pemilu (Danyi & Sukosd, 2003)
– Di Italia, SMS menjadi kampanye untuk PM Silvio Berlusconi, ‘Sostieni Molto Silvio’ yang berarti ajakan untuk mengirimkan kalimat promosi ke lima orang berikutnya (Rhiengold, 2008).
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); B. Kagai, Mobile phone plays role in free Kenya elections, (2008); E. Kalondo, Kenyans hold peaceful referendum after bitter campaign, (2005); Danyi & Sukosd, M-Politicas in the making: SMS and e-mail in the 2002 Hungarian election campaign, (2003)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Korea Selatan, SMS menjadi salah satu alat untuk mendukung calon “underdog” yang kemudian menjadi presiden terpilih.
– Di Filipina, SMS memainkan peran penting dalam menjatuhkan rezim Estrada (Shantiran, 2003)
– Di Spanyol, SMS menjadi alat untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah dan memanggil para demonstran (Adelman, 2004)
– Di Amerika, SMS dan Blackberry menjadi alat untuk kampanye, koordinasi antar anggota kongres, komunikasi darurat setelah 9/11 (Teachout, 2003)
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); Shantiran, Txt Craze, (2003); J. Adelman, U say u want a revolution: Mobile phone text messaging is evolving into political tool, (2004); Z. Teachout, SMS messages Urge Consumers to Boycott US Products, (2003)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Cina, SMS menjadi alat untuk menyebarkan berita tentang “fatal flu in Guandong” ke 120 juta rakyat Cina (Hoenig, 2003); koordinasi antar demonstran (French, 2004; Cody, 2005)
– Rheingold menyimpulkan bahwa adanya “smart mobs” dapat mengarah kepada demokrasi yang lebih kuat dalam memberdayakan warga negara dan dalam mengorganisir demonstrasi.
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); H. Hoenig, Beijing goes high tech to block Sars messages, (2003); H. W. French, Workers demand union at Wal-Mart suppliers to China, (2004); E. Cody, A Chinese city’s rage at the rich and powerful, (2005).
• Thomas Molony (2008) meneliti tentang penggunaan HP di luar tujuan pembangunan di Tanzania, Zambia, dan Madagascar:
– Di Tanzania, HP menjadi salah satu komponen penting dalam transaksi seks perempuan muda selain untuk mendapatkan mobil (car) dan uang tunai (cash).
– Di Zambia, perempuan muda melakukan transaksi seks untuk mendapatkan HP terbaru dan pulsa (Cole, 2004)
– Di Madagascar, kepemilikan HP memperlihatkan kekuasaan dan otoritas dalam rumah tangga (Cole, 2004).
Sumber: Thomas Molony, Nondevelopmental uses of mobile communication in Tanzania, (2008); J. Cole, Fresh contact in Tamatave, Madagascar: Sex, money, and intergenerational transformation, (2004).
• Bart Barendregt dan Raul Pertierra (2008) meneliti penggunaan HP terkait dengan supranatural di Filipina dan Indonesia:
– Di Filipina, terdapat cerita-cerita tentang menerima HP tanpa ada nomor yang memanggil, batere yang tiba-tiba habis, atau HP yang berpindah tempat
– Di Indonesia, banyak orang mau membeli no. cantik karena percaya dengan primbon, hong shui atau feng shui
– Di salah satu universitas di Jawa, HP digunakan oleh seorang pustakawan menjadi perantara untuk berkomunikasi dengan dukun di kampung halamannya dengan mahasiswa universitas tsb untuk mendapatkan prediksi angka lotere.
Sumber: Bart Barendregt & Raul Pertierra, Supernatural Mobile Communication in the Philippines and Indonesia, (2008)
• James E. Katz da Sophia Krzys Acord (2008) meneliti tentang penggunaan HP sebagai alat untuk mobile gaming di Jepang dengan menemukan tiga jenis pemain game: Hardcore, Casual, dan Social Gamers
• Youn-ah Kong (2008) meneliti tentang online community dalam mobile communication di Korea menemukan adanya hubungan antara penggunaan mobile communication dalam online social networking dengan interaksi sosial.
Sumber: James E. Katz & Sophia Krzys Acord, Mobile games and Entertainment, (2008);
Youn-ah Kong, Online communities on the move: Mobile play in Korea, (2008).
Kesimpulan
• HP jarang digunakan sebagai teknologi yang terisolasi penggunaannya (artinya dipakai bersama dengan teknologi lainnya).
• Penggunaan HP sebagai alat komunikasi dalam berbagai situasi.
• HP merupakan alat multipurpose.
• Semakin ke depan, semakin banyak orang menggunakan HP
• Penggunaan HP akan berkembang di luar fungsi utamanya untuk berkomunikasi seiring dengan nilai dan simbolisasi dari adanya subculture.
• HP menjadi bagian utama eksistensi manusia yang menyebabkan interaksi sosial dan budaya mengalami penyesuaian dengan keberadaannya.
• HP juga membantu menyelesaikan banyak halangan dalam mobilisasi politik dalam persiapan, pengerahan, koordinasi, dan sentimen massa.
• HP juga memiliki kekuatan yang kuat dalam mempromosikan kesempatan ekonomi.
• HP menjadi alat yang mampu melakukan tracking dan monitoring lokasi demi keamanan dan kenyamanan
• HP menjadi alat reproduksi sosial setiap hari
• HP menjadi alat konsumsi multimedia setiap hari
• Manusia dapat mengatasi multitasking baik dari tugas kognitif dan operasional dari penggunaan HP
• Penggunaan HP dapat dibatasi melalui regulasi atau aturan yang mengedepankan kepentingan norma publik, budaya, dan agama
sumber dari :
Irwansyah, MA
Disajikan pada acara Seminar Nasional “Ponsel: Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi”
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
24 Desember 2008
Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi
(Studi Tentang Penggunaan HP di Berbagai Negara)
Garis Besar
• Pendahuluan
• Teknologi dan Budaya
• Studi-Studi Penggunaan Telepon Genggam
• Kesimpulan
Pendahuluan
• Teknologi Informasi dan Komunikasi ada di mana-mana dan menjadi lebih prominen
• Komunikasi Bergerak (Mobile) telah menjadi mainstream dan omnipresent
• Telepon genggam/seluler (HP) merupakan teknologi yang lebih cepat diadopsi oleh begitu banyak orang (Katz, 2006)
• HP menjangkau dimana media tidak dapat mencapainya (GSM World, 2006).
• Pada tahun 2006 terdapat sekitar 2,4 milyar HP terjual di dunia, lebih banyak dibandingkan penjualan komputer (GSM World, 2006).
• Ada lebih dari 350 milyar short message service (SMS) yang melintasi jaringan bergerak setiap bulannya (GSM World, 2006).
• Sebuah studi yang dirilis oleh GSM World (2007) memperlihatkan kenaikan 10% dari penetrasi teknologi bergerak yang meningkatkan 1,2% pertumbuhan ekonomi
• Akhir 2007, jumlah pengguna HP di dunia mencapai 3.2 Milyar (Castell, 2008)
• Pasar Telekomunikasi Indonesia
Penetrasi Nirkabel Tahun 2007
Teknologi dan Budaya
Teknologi dan Budaya: Konteks HP
• Technology is extension of man dan the medium is the message (McLuhan, 1964).
• Dasar untuk mengatakan bahwa teknologi mendorong perubahan sosial yang sering disebut oleh technological determinism (LaRose & Straubhaar, 2006, 2008)
Sumber: Marshal McLuhan, Understanding Media, (1964); Robert LaRose & J. Straubhaar, Media Now, (2006, 2008)
Peradaban menentukan teknologi, bukan tidak terbendung (cultural determinism )
ASPEK BUDAYA
tujuan, nilai dan kode etik, kepercayaan, kesadaran dan kreativitas
ASPEK ORGANISASI
Kegiatan ekonomic dan industri,
aktivitas profesional , pengguna dan konsumen, asosiasi perdagangan
ASPEK TEKNIS
Pengetahuan, ketrampilan dan teknik, alat-alat mesin, bahan kimia, sumber daya, produk dan limbah
Sumber: Pacey, Culture of Technology, (2000)
LEVEL :
• Level Pertama, “Definisi Umum”
• Level Kedua, “Kontekstual” atau “Definisi berbasis Pengguna”
• Level Ketiga, “Kommunikatif” atau Definisi “Struktural”
DEFINISI TEKNOLOGI :
• Teknologi sebagai objek fisik, alat, & artefak
• Teknologi sebagai isi atau “piranti lunak”, yang didefinisikan oleh cara penggunaannya
• Teknologi sebagai sistem budaya dan makna sosial
DEFINISI BUDAYA :
• Budaya sebagai “seni” dan “keunggulan estetis”
• Budaya sebagai “cara hidup” atau pengalaman yang hidup dalam orang-orang, komunitas atau kelompok
• Budaya sebagai dasar “sistem struktur”
Studi-Studi Penggunaan HP
• Ranghild Overa (2008) menggambarkan konteks negara Ghana dan memperlihatkan akses HP mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan ekonomi bagi pedagang hasil bumi:
– HP menjadi alat komunikasi antara pedagang kota dan desa karena sering berpindah-pindah dan tidak punya kantor
– Pedagang bertukar informasi dan memilih berkomunikasi verbal daripada penggunaan SMS.
• Pui-lam “Patrick” Law dan Yinni Peng (2008) meneliti pekerja migran Cina bagian Selatan berkaitan dengan formasi jaringan kerja yang terbuka dan luas
– HP menjadi alat untuk berkomunikasi dengan keluarga di daerah rural
– HP memperluas jaringan untuk mendapatkan pasar kerja
Sumber: Pui-lam Law & Yinni Peng, Mobile Networks: Migrant Workers in Southern China, (2008)
• Judith Mariscal dan Carla Marisa Bonina (2008) mensurvei penggunaan HP di Mexico
– 49% perempuan muda ditemukan tergantung dengan HP dengan sering menelepon keluarga yang berada di rumahnya.
– Generasi muda sulit membedakan antara komunikasi face-to-face dengan komunikasi dengan menggunakan HP.
Sumber: Judith Mariscal & Carla Maris Bonina, Mobile Communication in Mexico: Policy and Popular Dimensions, (2008)
• Patricia Mechael (2008) meneliti tentang penggunaan HP dalam pelayanan kesehatan di Mesir
– Pemanfaatan HP lebih bermanfaat bagi pekerja kesehatan di daerah pinggiran kota dan rural untuk mengatasi rasa terisolasi
– Pekerja kesehatan menggunakan HP untuk memanggil dan berkoordinasi pejabat yang bertanggung jawab fasilitas kesehatan dan pelayanan gawat darurat
Sumber: Patricia Mechael, Health Services and Mobiles: A Case from Egypt, (2008)
• Lourdes M. Portus (2008) mengeksplorasi pemanfaatan HP bagi komunitas miskin kota Filipina
– HP dibeli secara kredit (empat kali bayar) dengan bunga 20% dan pengisian pulsa dengan prepaid
– HP dibeli untuk memperlihatkan status
– HP berguna untuk tetap berhubungan dengan keluarga di rumah mengantisipasi kriminalitas
– HP dimanfaatkan untuk memperluas pengawasan terhadap anak.
Sumber: Lourdes M. Portus, How the Urban Poor Acquire and Give Meaning to the Mobile Phone, (2008)
• Christian Licoppe (2008) meneliti tentang nada panggil HP (ringtone) di Amerika Serikat
– Ringtone digunakan untuk membedakan atau mengenali penelepon
– Ringtone dianggap mewakili “musik dalam pikiran” dan ekspresi diri
– Ringtone dimanfaatkan untuk memberikan kesenangan bagi penelepon jika tidak diangkat
Sumber: Christian Licoppe, The Mobile Phone’s Ring, (2008)
• Scott Campbell (2007) mensurvei tentang penggunaan HP dalam konteks Apparatgeist dan Fashion di Hawaii
– Apparatgeist = ‘spirit of machine’, kebiasaan manusia dalam mengadopsi HP (Katz & Aakhus, 2002)
– HP menjadi alat berkomunikasi untuk membangun relasi, keamanan, kenyamanan, dan ekspresi diri
– HP menjadi simbol gaya hidup, fashion dalam teknologi, representasi anggota kelompok.
Sumber: Scott Campbell, Mobile Technology and The Body: Apparatgeist, Fashion, and Function, (2008)
• Naomi S. Baron (2008) meneliti tentang volume suara dan multitasking dalam HP
– Perempuan merasa lebih terganggu ketika mendengarkan ringtone dan suara orang bertelepon dengan menggunakan HP karena lokasi yang tidak pas (spt. rumah ibadah, toilet)
– Laki-laki merasa terganggu ketika ada orang lain yang mendengarkan (‘nguping’) pembicaraannya di HP
– 73,9% mahasiwa melakukan multitasking baik antara komputer, HP, dan komunikasi face-to-face
Sumber: Naomi S. Baron, Adjusting the Volume: Technology and Multitasking in Disourse Control, (2008)
• Richard S. Ling (2008) meneliti dengan kohesi dan ritual sosial dalam penggunaan HP
– SMS menjadi alat untuk mempererat interaksi antara pasangan yang sedang berpacaran di Jepang (Ito, 2005)
– HP menjadi alat untuk mengucapkan selamat (mis. HUT) tanpa dibatasi ruang dan waktu
– Penggunaan kata “hug” sebagai penutup dalam SMS spt: “Have a good night, hug”, “Do you want to spend the night? Hug”.
Sumber: Richard S. Ling, The Mediation of Ritual Interaction via the Mobile Telephone, (2008);
M. Ito, Mobile phones, Japanese youth and the re-placement f social contact, (2005)
• Kakuko Miyata, Jeffrey Boase, dan Barry Wellman (2002, 2004, 2005) meneliti tentang pengaruh sosial ‘Keitai’ (Internet berbasis HP).
– Penggunaan keitai lebih banyak untuk email dibandingkan dengan PC.
– Keitai menjadi alat utama komunikasi yang berguna untuk menjaga hubungan antara sesama pengguna spt kedekatan emosional dan bantuan finansial.
Sumber: Kakuko Miyata, Jeffrey Boase, & Barry Wellman, The Social Effect of Keitai and Personal Computer Email in Japan, (2008)
• Ilpo Koskinen (2008) meneliti tentang Multimedia Service (MMS):
– MMS digunakan untuk “moblog”, mobile blogs, citizen journalism, dan media massa bergerak.
– MMS memberikan elemen sosial, sensual, dan emosi.
– MMS mengarahkan masyarakat pada kelompok yang nomaden.
• On-Kwok Lai (2008)meneliti penggunaan HP di Jepang untuk perlindungan anak-anak salah satunya dengan RFID:
– Lebih dari 81% responden sangat menyukainya untuk mendapatkan informasi keberangkatan dan kedatangan anak-anaknya (MIC 2005, 2006)
– NTT DoCoMo membuat pasar “kids mobile” untuk keamanan dengan alarm 100 dB dan panggilan darurat (MIC, 2006)
– Orang tua berlangganan “ima-doco” (Where are you now?) (Japan Times, 2005).
Sumber: On-Kwok Lai, Locating the Missing Links of Mobile Communication in Japan: Sociocultural Influences on Usage by Children and the Elderly, (2008). MIC, White Paper, (2005, 2006); Japan Times, DoCoMo handset for kids boasts crime alarm (2005)
• Peter B. White dan Naomi Rosh White (2008) meneliti penggunaan HP di kalangan turis di Selandia Baru
– HP digunakan untuk mendapatkan dukungan emosi dari rumah dan kekangenan terhadap keluarga
– SMS lebih banyak dipergunakan untuk menjaga kontak sedangkan Voice digunakan untuk keadaan darurat
– HP menjadi representasi kehadiran dengan keluarga, teman, dan rekan bisnis selama liburan.
Sumber: Peter B. White & Naomi Rosh White, Maintaining Co-presence: Tourists and Mobile Communication in New Zealand, (2008)
• Jonathan Donner, Nimmi Ragaswamy, Molly Wright Steenson, and Carolyn Wei (2008) meneliti penggunaan HP di keluarga kalangan menengah di India
– Karena masalah finansial, HP dipinjamkan, di sewa dan pembayaran tagihannya dikumpulkan secara kolektif dalam anggota keluarga
– Pada keluarga yang ingin selalu dekat dengan anggota keluarga lainnya, HP digunakan untuk berkomunikasi tanpa harus bertemu secara fisik
– Bagi pasangan pacaran yang berbeda kasta, HP menjadi alat untuk membangun relasi romantis tanpa harus takut diketahui dan ditentang oleh keluarga masing-masing
Sumber: Jonathan Donner, Nimmi Ragaswamy, Molly Wright Steenson, & Carolyn Wei, “Express Yourself” and “Stay Together”: The Middle-Class Indian Family, (2008)
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab
– 90% remaja Arab menggunakan SMS, “Arab Generation Txt” (Arab Advisory Group, 2005)
– Bluetooth menjadi alat untuk bertukar nomor HP antara laki dan perempuan tanpa harus dihalangi atau dibatasi oleh Mutawaeen (Aboud, 2005)
– Adanya pelarangan penggunaan kamera HP di shopping mall (Kawach, 2003) dan pemisahan shopping mall (Daoussary, 2006)
– Adanya UU yang melarang penggunaan teknologi Bluetooth di Bahrain (Daoussary, 2006)
Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); Arab Advisors Groups, Only 56% of Arab cellular operators provide the MMS service, while Marocco and Lebanon have the highest SMS rates in the Arab, (2005); G. Aboud, Teenagers sinking their teeth into new technology, (2005); S. Doussary, The first law in the Gulf countries against the misuse of the Bluetooth wireless technology, (2006); N. Kawach, Camera mobile phone may be new security irritant, (2
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab:
– 96% responden pada American University di Kairo dan Universitas Kairo percaya bahwa diperlukan aturan baru untuk meregulasi HP di ruang publik
– Pemerintah Saudi Arabia melarang penggunaan HP untuk memilih “Star Academy” (Saudi Arabia Idol) (Hammond, 2005)
– HP digunakan untuk mendapatkan pasangan dalam kawin kontrak (Misyar) (Al-Arabiya.net, 2005)
– SMS banyak digunakan untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri (Howeidy, 2006)
Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); A. Hammond, Saudi telecom stops text vote for Arab talent show, (2005), Al-Arabiya.net, The mobile phone and the Misyar, (2005); A. Howeidy, Lessons learned, (2006)
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab:
– Walaupun ada fatwa tentang pelarangan penggunaan HP berkamera (Mishkas, 2004, Geledi, 2005), Fatwa-fatwa juga didistribusikan melalui SMS spt:
“Penggunaan SMS antara anak laki-laki dan perempuan diharamkan oleh Syariah Islam, dan yang mengarah kepada tindakan tersebut dilarang….” (International Islamic News Agency, 2004).
Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); A. Mishkas, Saudi Arabia to overturn ban on camera phones, (2004), S. Geledi, Camera phones still banned at schools, (2005); IINA
• Shahiraa Sahul Hameed (2008) meneliti efek penggunaan HP di Singapura
– HP menyebabkan pengurangan sentralisasi pengawasan di sekolah sejak murid memiliki alat untuk mengakses dan memberikan akses di luar sekolah
– Muslim Religious Council of Singapore (MUIS) dan Registar of Muslim Marriage (ROMM) menerima penggunaan SMS untuk talak, namun akan memberikan denda SGD 500 (3 juta rupiah) atau 6 bulan hukuman penjara di bawah UU Syariah Islam jika tidak melapor ke Pengadilan Syariah dalam waktu 6 hari setelah pengiriman SMS.
– Pemerintah Singapura meminta penggunaan kartu prabayar untuk melakukan registrasi dan membatasi seseorang untuk tidak memiliki lebih dari 10 SIM Card.
Sumber: Shahiraa Sahul Hameed, The effect of Mobile Telephony on Singaporean Society, (2008)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Ghana, HP menjadi alat untuk melaporkan kebohongan di tempat pemungutan suara ke stasiun radio lokal
– Di Kenya, SMS menjadi alat kampanye, berita polling, dukungan politik (Kagai, 2002; Kalondo, 2005)
– Di Hungaria, SMS menjadi alat propaganda politik selama pemilu (Danyi & Sukosd, 2003)
– Di Italia, SMS menjadi kampanye untuk PM Silvio Berlusconi, ‘Sostieni Molto Silvio’ yang berarti ajakan untuk mengirimkan kalimat promosi ke lima orang berikutnya (Rhiengold, 2008).
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); B. Kagai, Mobile phone plays role in free Kenya elections, (2008); E. Kalondo, Kenyans hold peaceful referendum after bitter campaign, (2005); Danyi & Sukosd, M-Politicas in the making: SMS and e-mail in the 2002 Hungarian election campaign, (2003)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Korea Selatan, SMS menjadi salah satu alat untuk mendukung calon “underdog” yang kemudian menjadi presiden terpilih.
– Di Filipina, SMS memainkan peran penting dalam menjatuhkan rezim Estrada (Shantiran, 2003)
– Di Spanyol, SMS menjadi alat untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah dan memanggil para demonstran (Adelman, 2004)
– Di Amerika, SMS dan Blackberry menjadi alat untuk kampanye, koordinasi antar anggota kongres, komunikasi darurat setelah 9/11 (Teachout, 2003)
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); Shantiran, Txt Craze, (2003); J. Adelman, U say u want a revolution: Mobile phone text messaging is evolving into political tool, (2004); Z. Teachout, SMS messages Urge Consumers to Boycott US Products, (2003)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Cina, SMS menjadi alat untuk menyebarkan berita tentang “fatal flu in Guandong” ke 120 juta rakyat Cina (Hoenig, 2003); koordinasi antar demonstran (French, 2004; Cody, 2005)
– Rheingold menyimpulkan bahwa adanya “smart mobs” dapat mengarah kepada demokrasi yang lebih kuat dalam memberdayakan warga negara dan dalam mengorganisir demonstrasi.
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); H. Hoenig, Beijing goes high tech to block Sars messages, (2003); H. W. French, Workers demand union at Wal-Mart suppliers to China, (2004); E. Cody, A Chinese city’s rage at the rich and powerful, (2005).
• Thomas Molony (2008) meneliti tentang penggunaan HP di luar tujuan pembangunan di Tanzania, Zambia, dan Madagascar:
– Di Tanzania, HP menjadi salah satu komponen penting dalam transaksi seks perempuan muda selain untuk mendapatkan mobil (car) dan uang tunai (cash).
– Di Zambia, perempuan muda melakukan transaksi seks untuk mendapatkan HP terbaru dan pulsa (Cole, 2004)
– Di Madagascar, kepemilikan HP memperlihatkan kekuasaan dan otoritas dalam rumah tangga (Cole, 2004).
Sumber: Thomas Molony, Nondevelopmental uses of mobile communication in Tanzania, (2008); J. Cole, Fresh contact in Tamatave, Madagascar: Sex, money, and intergenerational transformation, (2004).
• Bart Barendregt dan Raul Pertierra (2008) meneliti penggunaan HP terkait dengan supranatural di Filipina dan Indonesia:
– Di Filipina, terdapat cerita-cerita tentang menerima HP tanpa ada nomor yang memanggil, batere yang tiba-tiba habis, atau HP yang berpindah tempat
– Di Indonesia, banyak orang mau membeli no. cantik karena percaya dengan primbon, hong shui atau feng shui
– Di salah satu universitas di Jawa, HP digunakan oleh seorang pustakawan menjadi perantara untuk berkomunikasi dengan dukun di kampung halamannya dengan mahasiswa universitas tsb untuk mendapatkan prediksi angka lotere.
Sumber: Bart Barendregt & Raul Pertierra, Supernatural Mobile Communication in the Philippines and Indonesia, (2008)
• James E. Katz da Sophia Krzys Acord (2008) meneliti tentang penggunaan HP sebagai alat untuk mobile gaming di Jepang dengan menemukan tiga jenis pemain game: Hardcore, Casual, dan Social Gamers
• Youn-ah Kong (2008) meneliti tentang online community dalam mobile communication di Korea menemukan adanya hubungan antara penggunaan mobile communication dalam online social networking dengan interaksi sosial.
Sumber: James E. Katz & Sophia Krzys Acord, Mobile games and Entertainment, (2008);
Youn-ah Kong, Online communities on the move: Mobile play in Korea, (2008).
Kesimpulan
• HP jarang digunakan sebagai teknologi yang terisolasi penggunaannya (artinya dipakai bersama dengan teknologi lainnya).
• Penggunaan HP sebagai alat komunikasi dalam berbagai situasi.
• HP merupakan alat multipurpose.
• Semakin ke depan, semakin banyak orang menggunakan HP
• Penggunaan HP akan berkembang di luar fungsi utamanya untuk berkomunikasi seiring dengan nilai dan simbolisasi dari adanya subculture.
• HP menjadi bagian utama eksistensi manusia yang menyebabkan interaksi sosial dan budaya mengalami penyesuaian dengan keberadaannya.
• HP juga membantu menyelesaikan banyak halangan dalam mobilisasi politik dalam persiapan, pengerahan, koordinasi, dan sentimen massa.
• HP juga memiliki kekuatan yang kuat dalam mempromosikan kesempatan ekonomi.
• HP menjadi alat yang mampu melakukan tracking dan monitoring lokasi demi keamanan dan kenyamanan
• HP menjadi alat reproduksi sosial setiap hari
• HP menjadi alat konsumsi multimedia setiap hari
• Manusia dapat mengatasi multitasking baik dari tugas kognitif dan operasional dari penggunaan HP
• Penggunaan HP dapat dibatasi melalui regulasi atau aturan yang mengedepankan kepentingan norma publik, budaya, dan agama
sumber dari :
Irwansyah, MA
Disajikan pada acara Seminar Nasional “Ponsel: Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi”
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
24 Desember 2008
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home